Benny menyatakan, ketiga tersangka, beserta barang bukti kemudian dibawa ke Kantor BNN di Jalan MT Haryono, Cawang, untuk diperiksa lebih lanjut.
Saat dilakukan tes urin terhadap Antar Setiabudi, kata Benny hasilnya yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu.
Menurut Benny ASB masih diperiksa dan akan dilanjutkan dengan assesment oleh tim ahli dan tim dokter BNN.
"Untuk penanganan selanjutnya, terhadap ASB perkaranya akan dilimpahkan ke Puspomal dan untuk anggota Polri akan dilimpahkan ke Polda Jateng," ujar Benny. Sementara untuk tersangka lain yakni seorang wanita kekasih RS, akan disidik oleh BNN.
Sementara itu Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa memang benar salah satu anggotanya, berpangkat senior, yakni Kolonel TNI AL Antar Setiabudi ditangkap oleh BNN di hotel di semarang sedang mengkonsumsi sabu.
Menurut Untung pihaknya akan melakukan tindak lanjut atas kasus ini. "Tidak mungkin tidak ditindaklanjuti. Teknisnya, lebih lanjut oleh Pomal. Kalau memang terbukti yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba, maka kami hukum sesuai hukum yang berlaku dan kami berhentikan dengan tidak hormat atau kami copot dulu," kata Untung.
Menurut Untung, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Kasal. "Saat ini yang bersangkutan akan kami copot dulu dari jabatannya. Instruksi pimpinan sangat jelas. Hal seperti ini tak dapat ditolerir dan no way," kata Untung.
Karenanya ia menjamin Kolonel Laut Antar Setiabudi akan dihukum seberat-beratnya. "Tidak ada pilihan lain selain dihukum seberatnya. Akan melibatkan proses terpadu. Mulai dari pemulihan, rehab, dan seterusnya. Teknisnya kami perlu bantuan dari BNN," kata Untung.
Menurut Untung ke depan pihaknya akan membantu apa saja yang dilakukan BNN dalam pemberantasan narkoba terutama pada anggotanya yang nakal. "Pastinya apapun akan kita lakukan membantu BNN. Kami dukung BNN memberantas narkoba," kata Untung.
Baca tanpa iklan