News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

Penulis: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para taruna sedang praktek di mobil laboratorium pemantau jalan.

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA-  Kelahiran Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (Poltran)  Bermula dari  hadirnya  pengembangan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Tegal (BPPTD) yang berdiri tahun 1971.

Kelahiran Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan  (Poltran)  tahun  ini  genap berusia  dua  tahun  dan BPPTD  yang secara tetap  melanjutkan peran pentingnya di tingkat  nasional dalam membentuk tenaga ahli dibidang pengujian kendaraan bermotor, dan saat ini dengan hadirnya Poltran akan meningkatkan peran serta di bidang keselamatan transportasi jalan.

Poltran tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi politeknik pendidikan vokasi berkualitas tinggi, riset standar dunia.

Poltran memiliki dua lokasi kampus, kampus lama dengan luas 6.5 hektare berada di Jalan Semeru No.3 Tegal.  Sedang kampus baru di Margadana, Tegal yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan dengan luas 14 hektare, dimana 13,3 hektare tanah merupakan hibah dari Pemerintah Kota Tegal.

Dengan predikat diklat trasportasi darat yang sudah melekat, Poltran secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia yang menyelenggarkan program transport safety, seperti Leeds University, Monas University , dan Land Transportasi Academy Singapore. Untuk penyelenggaraan kursus singkat Poltran bekerjasama dengan TUV Rheinland.

Secara simultan Poltran selalu berusaha menjadi salah satu politeknik riset di bidang keselamatan transportsi jalan. Sebagai politeknik riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan.

Saat ini  jumlah taruna yang ada di kampus berasrama  sekitar 30% diantaranya  merupakan  wanita  atau taruni. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa dengan biaya keseluruhan yang ditanggung  pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementrian Perhubungan.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus berupaya mengembangkan Poltran menjadi perguran tinggi rujukan keselamatan lalulintas.
Dengan demikian, kondisi keselamatan jalan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui ketersediaan SDM transportasi jalan yang memadai dan berkompeten. Seperti diketahui, saat ini SDM di bidang transportasi di Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten dan Kota masih sedikit (50%) yang memiliki kompetensi.

Tak hanya itu, sarana dan prasarana jalan maupun jembatan kondisinya buruk. Begitu juga tingginya jumlah sepeda motor, manajemen dan rekayasa lalulintas yang buruk. “Karena itu, Kami mendorong terus untuk meningkatkan jumlahnya minimal 10% setiap tahunnya, Dan kami  berharap keberadaan Poltran mampu mengisi dan menangani segala permasalahan tersebut,” kata Direktur Poltran, Drs. Budhy Harjoto, MM.

“Tak salah kalau Kementerian Perhubungan sejak 2010 merintis pendirian Poltran yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan keselamatan jalan di Indonesia melalui penyediaan SDM yang kompeten dan kredibel di bidang keselamatan jalan.”, kata Budhy,

Poltran saat ini merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara karena program studi yang diselenggarakan di Poltran Tegal sangat khas dan tidak ada di perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

“Kami menyusun kurikulum dan sistem belajar mengajarnya berdasar masukan berbagai pihak dan bahkan dari berbagai negara. Ada tiga program studi (prodi) yang kini diajarkan di Poltran, yaitu prodi yang menciptakan SDM handal di bidang pemeliharaan dan perawatan standar keselamatan kendaraan bermotor, prodi yang menciptakan SDM handal di bidang pengujian kendaraan bermotor dengan tujuan utama menuju ke arah kondisi saver vehicle, serta prodi yang menciptakan kondisi saver road dan saver road user,”  .ujarnya.  

Semua pengajaran yang dilaksanakan di Poltran menurut Budi berbasis laboratorium baik indoor maupun outdoor sehingga seluruh taruna bisa langsung melihat dan mempraktekan ilmu yang disampaikan.

Diakui Budhy, meski Poltran merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang keselamatan transportasi jalan, terbesar di Asia Tenggara. Yang memiliki kampus yang modern, komprehensif, terbuka yang mencakup disiplin ilmu keselamatan transportasi jalan, namun demikian keberadaan Poltran saat ini belum banyak diketahui masyarakat secara luas, baik masyarakat umum maupun dari kalangan instansi pemerintah dan swasta.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini