Fahri mengaku kecewa lantaran Johannes yang sudah dicap publik sebagai saksi kunci kasus KTP elektronik justru tidak mendapatkan.
"Tapi dikembangkanlah dia punya data sekian gigabyte, terang aja dia orang digital kok, datanya gigabyte. Data apa kita ngga tahu," katanya.
Fahri pun mengaku bingung dengan KPK yang bisa berbeda sikap soal Johannes.
"Kedua sekarang dia katakan, kami ngga akan terganggu dengan hilangnya saksi kunci. Tapi sebelumnya KPK katakan kami punya masalah karena saksi kunci hilang. Itu gimana? Ini katanya saksi kunci, kalau saksi kuncinya hilang kasusnya hilang juga dong," kata Fahri.
Baca tanpa iklan