News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2019

Kisah Penjual Cakwe Hingga Pengantar Galon yang Bakal Jadi Caleg, Sebagian Menang

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra

Tukang Kopi Keliling Diajak Pelanggannya Maju Caleg

Terakhir, kisah Eha Soleha, seorang pedagang kopi keliling yang berani maju sebagai caleg DPRD Kota Cilegon.

Cerita pedagang kopi keliling, Eha Soleha maju sebagai Caleg DPRD Kota Cilegon (Repro YouTube Mata Najwa di Trans7) (Repro Youtube Mata Najwa di Trans7)

Janda yang maju sebagai caleg dari PPP ini memberanikan diri meski tidak memiliki modal.

Dalam acara Mata Najwa yang tayang di Trans7 , Kamis (7/3/2019) ini, Eha Soleha menceritakan bagaimana dirinya bisa maju sebagai caleg.

Selama 3 tahun ini, Eha Soleha bekerja sebagai pedagang kopi keliling.

Ia berdagang kopi di pasar mulai dari tengah malam hingga pagi hari.

Saat berjualan, dirinya tiba-tiba diajak oleh pelanggan istimewanya untuk maju sebagai caleg.

"Yang ngajak saya nyaleg itu pelanggan kopi saya, pelanggan istimewa ternyata dia Ketua DPC PPP," kata Eha Soleha dalam acara yang dipandu Najwa Shihab itu.

Lanjutnya, ia diajak maju sebagai caleg karena dianggap menginspirasi.

Eha pun menuturkan cerita lucunya saat pelanggannya itu meyakinkannya untuk maju sebagai caleg.

"Kamu mau gak dijadiin caleg. Kamu janda kan? mau ya ta' jadiin caleg. Ya barangkali biar dapet laki," katanya seraya diikuti tawa oleh para penonton di studio.

Pedagang Cakwe

Nur Wahid (47) caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang memiliki profesi sebagai pedagang cakwe masih optimis lolos sebagai wakil rakyat.

Pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku, hingga saat ini dia masih berharap perolehan suaranya mampu mengantarkan dirinya duduk di kursi parlemen.

Meski demikian, Nur Wahid hingga kini belum mengetahui seberapa besar perolehan suara yang dia dapat usai pemungutan suara Rabu, 17 April 2019 lalu.

"Belum tahu saya, belum saya juga masih cari data, nanti kalau sudah saya kabarin, saya masih optimis," kata Nur Wahid saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019).

Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dia menambahkan, saat ini tim saksi dari partai masih melakukan pengawalan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilih DPR RI.

Meski begitu, dia bersama timnya sambil menunggu penghitungan suara di tingkat kecamatan, hingga kini terus mengumpulkan data salinan C1 penghitungan suara di tiap-tiap TPS.

"Saya sampai saat ini masih ngumpulin C1, saksi juga masih ngawal suara di rekapitulasi PKK, lagi nunggu penghitungan DPR-RI, nanti kan terkahir untuk yang DPRD Kota," jelas dia.

Nur Wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi di daerah pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustikajaya, dan Kecamatan Bantar Gebang. Di dapil tersebut, terdapat 10 kursi anggota legislatif yang diperebutkan ratusan caleg dari 20 partai.

Dia mengaku sampai saat ini belum mau bicara banyak terkait perolehan suaranya, dia sejauh ini masih optimis dan berdoa agar dapat lolos menjadi salah satu legislator di Kota Bekasi.

"Nanti saya kabarin lagi (kalau sudah sudah ada kepastian), yang pasti saya masih optimis," tandasnya.

Tukang Bakso

Sementara dari Kota Sukabumi caleg dari Partai Nasdem, Yudi Esmanto yang berprofesi sebagai penjual bakso lolos menjadi anggota legislatif dari daerah pemilihan III Kota Sukabumi, Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong.

Yudi Esmanto (capture Youtube)

Yudi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi dari hasil rapat pleno yang dilakukan oleh KPU Kota Sukabumi.

"Aaya masih menunggu penetapannya secara resmi," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini