"Jadinya, UN itu diganti jadi asesmen kompetensi," ujarnya.
Nadiem menegaskan, bahwa bahasa yang tepat bukanlah menghapus UN, melainkan mengganti sistem UN.
Menurut Nadiem, yang dihapus itu adalah format per mata pelajaran mengikuti kelengkapan silabus daripada kurikulum.
"Itu aja yang dihapus, diganti tapi dengan asesmen kompetensi minimum, hampir mirip seperti PISA, yaitu literasi, numerasi, plus ada satu survei karakter," imbuh Nadiem.
(Tribunnews.com/Widyadewi Metta) (Kompas.com/Albertus Adit)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UN Tidak Dihapus tapi Sistemnya Diganti, Ini Pernyataan Nadiem Terbaru"
Baca tanpa iklan