TRIBUNNEWS.COM - Masa kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kurang lebih sekira 2 tahun lagi.
Sejak ditinggal Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno maju Pilpres 2019, kursi tersebut masih kosong.
Orang nomor satu di DKI Jakarta itu hingga saat ini belum memiliki pendamping.
Isu rebutan jatah kursi untuk posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta pun bermunculan.
Tarik ulur tersebut terjadi antara Partai Gerindra dan PKS.
Kedua partai politik tersebut merupakan pengusung kepala daerah di DKI Jakarta.
Terkait hal ini, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Fathul Bari memberikan tanggapan.
"Kami ingin menegaskan komitmen dari Gerindra. Pak Prabowo sering bilang 'isuk dele, sore tempe' (pagi kedelai, sore tempe), konsistensi pimpinan itu dipertanyakan. Apalagi beredar manuver yang kontra produktif," kata Ahmad yang dikutip Tribunnews melalui tayangan YouTube Kompas TV, Senin (30/12/2019).
Ia mengatakan, Prabowo dan Sandiaga Uno telah berkomitmen memberikan jatah kursi Wakil Gubernur DKI kepada PKS.
Diketahui, PKS mengajukan dua nama ke DPRD untuk diproses menjadi Wagub DKI.
Di antaranya yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
Ahmad Fathul Bari menyayangkan, proses pengajuan tersebut berhenti di DPRD.
Lalu, Gerindra mengajukan empat nama baru ke DPRD.
"Kami bukan pihak yang sebegitu nafsunya untuk memegang posisi Wagub ya? Justru kami ingin mendukung komitmen dari Prabowo dan Sandiaga untuk memperjuangkan komitmennya sendiri," tuturnya.