News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir di Jakarta

Korban Banjir Jakarta, ASN dapat Ajukan Cuti Banjir hingga Sebulan, Ini Tata Caranya

Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga melintas di Jalan Komodor Halim Perdana Kusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, yang tergenang banjir, Rabu (1/1/2020). Tingginya curah hujan membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya mengalami kebanjiran. Warta Kota/Henry Lopulalan

TRIBUNNEWS.COM - Akibat banjir Jabodetabek para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat mengajukan cuti hingga satu bulan.

Hujan deras dan cuaca ekstrim yang mengguyur wilayah Jakarata, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Selasa, (31/12/2019).

Sejumlah wilayah di sebagian dari lima kota tersebut terendam banjir sejak Rabu (1/1/2020).

Terjadinya banjir ini membuat ratusan rumah tenggelam, ribuan warga harus mengungsi, hingga arus lalu lintas pun terhambat.

Sejumlah transportasi di wilayah Jabodetabek, mulai dari Trans Jakarata, KRL, hingga bandara Halim Perdanakusuma banyak jadwal operasi yang terpaksa dibatalkan akibat bencana ini.

Dilansir dari Kompas.com, jenis cuti yang diberikan kepada pegawai PNS tersebut adalah cuti karena alasan penting.

Cuti tersebut khususnya ditujukan kepada para pegawai PNS yang terkena dampak bencana banjir.

"Pimpinan instansi dapat memberikan cuti karena alasan penting bagi pegawai yang terdampak bencana," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo dalam keterangan resmi, Kamis (2/1/2020).

Kebijakan cuti bagi pegawai PNS tersebut juga diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 24 Tahun 2017.

Para pegawai PNS yang tertimpa musibah bencana alam, dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan paling rendah dari Ketua Rukun Tetangga (RT).

Tjahjo menyampaikan lama cuti yang dapat diambil maksimal adalah satu bulan.

Sedangkan untuk pegawai PNS yang bersangkutan dapat mengajukan permintaan secara tertulis kepada masing-masing pimpinan instansi.

Adapun dalam peraturan BPKN tersebut juga disampaikan selama pegawai PNS menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, maka PNS yang bersangkutan masih menerima penghasilan PNS.

Penghasilan tersebut terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini