Menurut Putra, beberapa anggota dewan yang ingin mundur karena melihat PAN sudah tidak sesuai dengan tujuan awal yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa.
"Saya sebagai salah satu pendiri, masih bertanya-tanya, apa sih yang dilakukan PAN sekarang untuk bangsa dan negar?"
"Apa yang diperjuangkan untuk rakyat? Selalu mengekor kepada siapapun yang berkuasa," papar Putra.
Terkait akan adanya partai baru yang dibuat Amien Rais, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai tinggal tunggu waktu.
"Soal partai baru hanya soal waktu saja. Indikasinya jelas, Amien Rais disingkirkan, Mulfachri Harahap dicopot dari pimpinan Komisi III."
"Hanafi Rais mengundurkan diri, lalu kubu Amien Rais juga tak diakomodir," ujar Ujang ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (7/5/2020).
Ujang mengatakan, potensi kemunculan partai baru akan semakin membesar melihat tidak adanya islah dan rekonsiliasi.
Yang ada malah konflik yang tak kunjung mereda di internal pimpinan Zulkifli Hasan tersebut.
"Jadi soal partai baru, kemungkinan besar akan berdiri sebagai pecahan dari PAN."
"Tapi sebenarnya sangat disayangkan jika PAN pecah."
"Partai yang lahir dari rahim reformasi sayang jika harus terbelah menjadi dua," kata dia.
Soal akan ada partai baru buatan Amien Rais pasca-mundurnya Hanafi Rais juga diungkapkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
Menurut Adi Prayitno, partai baru bentukan Amien Rais hanya tinggal menunggu waktu saja.n
"Amien Rais punya segalanya untuk bikin partai politik baru. Ketokohan dan para loyalisnya masih kuat."