Terakhir kata Said, pemerintah perlu mengantisipasi kebijakan tapering off (pengetatan moneter) yang rencananya akan dilakukan oleh The Fed pada Oktober 2021 mendatang, bila ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan.
Pemulihan ekonomi AS ini kata dia mendorong kemungkinan capital outflow pada pasar keuangan Indonesia yang konsekuensinya akan menekan rupiah.
"Semoga momentum pertumbuhan ekonomi kita disepanjang tahun 2021 dapat bertahan pada kisaran 3,3-3,8 persen dengan mempertimbangkan segala tantangan yang akan kita hadapi pada dua kuartal mendatang," katanya.
Baca tanpa iklan