"Fokuskan energi dan konsentrasi untuk berusaha lebih baik lagi,” pungkas Nadiem.
Baca juga: Nadiem Makarim: Kami Sudah Perjuangkan Afirmasi Passing Grade Seleksi PPPK Guru ke Panselnas
Baca juga: Kemendikbudristek: Masih Ada Dua Kesempatan Guru Honorer Ikut Seleksi PPPK
Kebijakan Afirmasi dan Penyesuaian Nilai Ambang Batas
Kabar lain yang disampaikan pemerintah adalah adanya kebijakan afirmasi dan kebijakan penyesuaian nilai ambang batas sebagai dukungan afirmasi kepada peserta seleksi guru PPPK.
Kebijakan afirmasi yaitu tambahan nilai dari nilai maksimal kompetensi teknis, seperti untuk sertifikat pendidik mendapatkan tambahan afirmasi 100 persen.
Lalu, untuk usia di atas 35 tahun mendapatkan tambahan 15 persen.
Untuk penyandang disabilitas mendapatkan tambahan 10 persen.
Selanjutnya, untuk guru honorer THK-II mendapatkan tambahan 10 persen.
Baca juga: Soal Masih Ada Guru Berhonor Rp 100 Ribu, Begini Tanggapan Nadiem Makarim
Baca juga: Nadiem Minta Guru Honorer yang Tak Lolos Seleksi Tahap Pertama Belajar lagi
Kemudian, kebijakan penyesuaian nilai ambang batas yaitu untuk kategori usia peserta seleksi di atas 50 tahun mendapatkan 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis.
Selain itu, 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.
Untuk kategori seluruh peserta seleksi yang berusia di bawah 50 tahun mendapatkan 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis.
Tak hanya itu, juga 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.
Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut, pemerintah mengumumkan bahwa hasil ujian seleksi pertama guru ASN PPPK 2021 adalah 173.329 peserta dinyatakan lulus formasi.
Sebanyak 53,7 persen formasi guru terisi dari 322.663 formasi yang mendapatkan pelamar pada ujian seleksi tahap pertama.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Berita lain terkait PPPK Guru 2021