News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Isu Reshuffle Kabinet Berhembus, Jokowi Panggil Seluruh Menterinya ke Istana Besok

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO DOK./Presiden Joko Widodo melantik menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. TRIBUNNEWS/HO/BIRO PERS/MUCHLIS JR

Nantinya Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapatkan jatah satu kursi atau satu menteri dan wakil menteri.

Namun, ia tak menjelaskan ihwal sosok kader PAN, siapakah yang akan menjadi pembantu presiden tersebut.

"PAN dapet satu menteri plus satu wamen," ujarnya.

Penjelasan Istana

Istana Kepresidenan RI melalui, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini, jawab terkait isu perumbakan kabinet (reshuffle) yang santer terdengar akan terjadi Rabu (23/3/22) besok.

Faldo menekankan bahwa keputusan reshuffle akan tergantung pada Presiden Joko Widodo soal bagaimana menjawab tantangan saat ini.

"Jadi, apabila dipikirkan memang bagi-bagi kue saja, memang bukan sekadar itu ya, tapi ini soal bagaimana menjawab tantangan pemerintah yang terus ada hari ini dan ke depannya," kata Faldo saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/3/22).

Menurut dia, bagi yang mempercayai reshuffle akan terjadi saat rabu pon pada kalender Jawa besok itu sah-sah saja.

"Sebagian orang yang iman politiknya berpikir begitu ya silahkan bilang begitu," kata dia.

Akan tetapi, Faldo menganggap, pemerintah sudah bekerja sebaik mungkin dan menghasilkan kepuasaan yang baik pula.

"Pemerintah bekerja dan menghasilkan kepuasan publik yang bisa dibilang memuaskan dari beberapa survei termasuk dari survei Litbang Kompas," kata dia.

Sumber: Kompas.TV/Tribunnews.com 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini