Kata Solstis berasal dari bahasa Latin yakni Solstitium.
Tersusun dari dua kata, yaitu Sol yang bermakna Matahari dan Stitium atau Sistere yang berarti tempat berhenti, singgah atau balik.
Sehingga, Solstis dapat disepadankan dengan "Titik Balik Matahari."
Baca juga: Benarkah Tak Boleh Keluar Rumah pada 21 Desember karena Ada Fenomena Solstis? Ini Faktanya
Penyebab terjadinya fenomena Solstis
Terjadinya Solstis bermula ketika sumbu rotasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika.
Ketika Bumi berotasi, sekaligus mengorbit matahari.
Sehingga terkadang Kutub Utara dan Belahan Bumi Utara condong ke Matahari.
Sementara Kutub Selatan dan Belahan Bumi Selatan menjauhi Matahari.
Kondisi tersebut terjadi saat Solstis di bulan Juni, atau disebut juga Solstis Juni.
Sebaliknya, terkadang Kutub Selatan dan Belahan Bumi Selatan condong ke Matahari.
Sementara Kutub Utara dan Belahan Bumi Utara menjauhi Matahari.
Inilah kondisi saat Solstis di bulan Desember, atau disebut juga Solstis Desember.
Lalu apa dampak dari fenomena Solstis ini?
Dampak dari fenomena Solstis adalah panjangnya waktu siang dan malam hari.