Dengan demikian cerita kelam seperti Tragedi Kanjuruhan, adanya sepak bola gajah, mafia wasit, hingga konflik kepentingan karena penggurus PSSI juga pemilik klub sepak bola tidak lagi terjadi di masa depan.
“Kami sangat berharap agar pergantian figure ketua umum PSSI kali ini mampu membawa perbaikan pengelolaan sepak bola di tanah air. Tak sekadar ganti orang tetapi ganti system pengelolaan sehingga mimpi sepak bola Indonesia berprestasi baik dari sisi olah raga maupun industry bisa terwujud,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan