"Saya sujud," ujar Risma sambil membungkuk sujud, ke kaki pengajar itu.
Baca juga: Mensos Risma Sujud di Kaki Guru Penyandang Tunanetra ketika Ditagih Janji soal Hibah Lahan
Melihat peristiwa itu, staf Kementerian Sosial langsung menghampiri dan membangunkan Risma.
Sementara guru perempuan tunanetra itu menerangkan bukan seperti ini keinginannya.
"Jangan begitu ibu. Bukan seperti ini maksudnya," ujar Tri, sambil menangis.
Lebih lanjut, Risma menjelaskan Kemensos bakal membantu masyarakat membutuhkan termasuk dalam hal pendidikan hingga kemandiriannya.
Balai Wyata Guna ini, kata Risma, harus digunakan untuk seluruh penyandang disabilitas, bukan hanya penyandang tunanetra saja.
Melainkan juga akan digunakan untuk anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.
Sehingga akan banyak orang yang terakomodir di Wyata Guna ini.
Baca juga: Mensos Risma Terbitkan Larangan Ngemis Online Eksploitasi Lansia dan Anak
Pernah Dilakukan
Aksi sujud Risma juga pernah dilakukan saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.
Mengutip TribunnewsWiki.com, Risma dikabarkan pernah melakukan sujud di depan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat telah melakukan audiensi di Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).
Adapun pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas permasalahan di setiap RS dalam penanganan pasien Covid-19.
Salah seorang dokter ahli paru senior dari RS Dr Soetomo, dr Sudarsono, menceritakan tentang kondisi rumah sakit yang overload karena virus Corona atau Covid-19.
Tidak dijelaskan secara detail, kemudian terjadi ketidaksesuaian pembahasan antara Risma dan para dokter.