Ia mengatakan, dari informasi yang ia tahu, korban sudah dikejar pelaku dari arah Leuwinanggung, usai diduga terjadi serempetan kendaraan.
"Korban datang kan dikejar mobil (yang dikemudikan pelaku) itu. Kayaknya korban mau berhenti takut sudah diteriakin di sepanjang jalan, akhirnya berhenti disini mau berlndung," ujar Suhadi pada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (1/3/2023).
Suhadi mengatakan, saat itu ada rekan korban yang mencoba memisahkan.
"Kayaknya ada orang itu rekan korban, begitu dia ngelerai katanya kena pukul juga," ungkapnya.
Menyoal senggolan antara motor korban dan mobil pelaku, Suhadi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Baca juga: Dandim Yahukimo Terluka Diserang KKB, TPNPB Klaim Tembak Mati 1 Prajurit TNI & Melukai 5 Lainnya
"Iya, yang saya dengar sih katanya senggolan. Tapi saya tidak tahu juga kronologisnya. Tapi katanya belum kena, baru mau keserempet," beber Suhadi.
Peristiwa tersebut berlangsung cukup singkat menurut Suhadi. Setelahnya, korban meninggalkan lokasi dalam kondisi luka memar di wajahnya
"Luka memar, korban habis (dipukul) itu langsung pergi, baru setelah itu pelaku yang pergi," ucapnya.
Proses hukum
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengonfirmasi peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD terhadap warga sipil di depan toko buah di daerah Tapos, Depok, Jawa Barat.
Video terkait peristiwa tersebut pun diunggah di Instagram @infodepok24 pada Selasa (28/2/2023).
Atas kejadian tersebut, kata Hamim, TNI AD akan menindaklanjuti dengan proses hukum.
"TNI AD menyesalkan kejadian tersebut dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai kesalahan yang dilakukan," kata Hamim saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Rabu (1/3/2023).
"Hasil pendalaman sementara dapat diinformasikan bahwa terduga pelakunya adalah oknum anggota TNI dengan inisial Serka W," sambung dia.