TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah artis, foto model hingga selebgram terlibat dalam produksi film porno yang digerebek polisi di Jakarta Selatan, hari ini, Senin 11 September 2023.
"Latar belakang dari pemeran wanita (dalam produksi film porno), mulai dari artis, foto model, maupun selebgram," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2023).
Yang mengejutkan, di antara pemeran wanita tersebut, ada nama Siskaeee hingga Virly Virginia.
Keduanya diketahui berperan dalam film berjudul 'Kramat Tunggak'.
Selain mereka, artis sampai selebgram yang turut berperan di rumah produksi film dewasa antara lain SE, E, CN, BLI, ZS, M, MGP, S, AB, dan J. Untuk pemeran pria, inisialnya adalah AG, RA, BP, UR, dan P.
Siskaeee adalah selebgram sekaligus model Siskaeee. Film Kramat Tunggak yang dia bintangi ini disiarkan berbayar melalui situs Kelasbintang.com.
Dari pantauan Tribunnews.com Kamis pengunjung situs itu sangat padat hingga sempat tidak bisa diakses.
Film Keramat Tunggak tayang sejak 21 April 2023 lalu. Dalam Film Keramat Tunggak itu, Siskaeee berperan sebagai wanita penghibur atau PSK di sebuah lokalisasi.
Siskaeee yang dikenal sebagai selebgram sekaligus model ini memerankan dirinya sendiri. Sampai akhirnya, Siskaeee mengenal seorang laki-laki yang menjadi suaminya.
Selain Siskaeee, film Kramat Tunggak ini juga dibintangi oleh model dewasa Virly Virginia.
Film Kramat Tunggak juga dibintangi Virly Virginia dan ada sejumlah adegan panas serta dialog-dialog tidak sopan yang muncul pada film Kramat Tunggak tersebut.
Baca juga: Rumah Produksi Film Porno di Jakarta Libatkan Sejumlah Artis hingga Selebgram Pria dan Wanita
Ade Safri menuturkan, cara pelaku berjumlah 5 orang merekrut para pemeran untuk terlibat dalam produksi film dewasa, satu di antaranya adalah melalui profiling media sosial.
Para pemeran film dewasa itu disebut Ade Safri tidak memiliki kontrak, melainkan dibayar Rp 10 juta-Rp 15 juta per judul film yang diperankan.
"Tersangka ini selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, juga dilakukan melalui profiling media sosial dari calon targetnya," tutur Ade Safri.