TRIBUNNEWS.COM - Alergen adalah bahan pangan atau senyawa yang menyebabkan alergi dan/atau intoleransi.
Contoh alergen yakni: ikan, telur, susu, kacang tanah, kacang kedelai, gandum, oat, barley, kenari, almond, hazelnut, tiram, kerang, bekicot, udang, lobster, dan kepiting.
Orang yang mempunyai alergi terhadap makanan akan muncul gejala alergi apabila memakan alergen tersebut.
Berikut gejala alergi makanan, dikutip dari akun Instagram Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), @bpom_ri:
1. Kulit terasa gatal
2. Kulit kemerahan (ruam kulit)
Baca juga: Mengetahui Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Lactosa Intolerance
3. Pembengkakan pada wajah, lidah atau bibir
4. Kesulitas bernafas
5. Muntah dan/atau diare
6. Kram perut
Kini, sejumlah produk pangan olahan sudah dilengkapi dengan keterangan mengandung alergen.
Keterangan alergen pada label utamanya berguna untuk membantu orang dengan riwayat alergi makanan tertentu dalam memilih produk pangan yang aman untuk kesehatannya.
Contoh keterangannya yakni:
1. "Mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal"
2. "Mengandung alergen (diikuti dengan nama alergen yang dicetak tebal)"
3. "Diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses..." diikuti dengan nama alergen
4. "Mungkin mengandung..." diikuti dengan nama alergen
5. "Dapat mengandung..." diikuti dengan nama alergen
Tips Mengurangi Risiko yang Timbul akibat Alergi Pangan
1. Cek komposisi produk untuk melihat kemungkinan adanya bahan pangan mengandung alergen
2. Hindari mengonsumsi pangan yang mengandung alergen jika memiliki riwayat alergi
3. Kenali gejala awal dari alergi pangan dan langkah penanggulangannya
(Tribunnews.com, Widya)