Komite ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merekomendasikan perbaikan sistemik terhadap tata kelola, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme Polri.
Rencananya komite ini diisi sejumlah tokoh nasional yang memiliki latar belakang hukum, pemerintahan, dan akademik, seperti Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie, yang dipercaya mampu memberikan pandangan objektif dan strategis terhadap arah pembenahan Polri.
Namun, hingga saat ini Istana belum kunjung mengumumkan anggota Komite Reformasi Polri yang rencananya berisi 9 orang.
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Komite Reformasi Polri kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikan Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).
"InshaAllah minggu ini lah, jadwalnya," kata Prasetyo.
Baca juga: Kapolri: Pers Mitra Strategis Polri, Sinergi Perlu Terus Dikuatkan
Prasetyo berharap pada saat Komite Reformasi Polri diumumkan, para anggotanya akan hadir secara lengkap.
"Kalau memungkinkan seluruh anggota bisa hadir tidak ada halangan," katanya.
Prasetyo mengatakan bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri sudah rampung. Komite tersebut tinggal diumumkan saja.
Terkait 9 nama yang sudah beredar kata Prasetyo tidak ada perubahan.
"Enggak ada, tidak ada (perubahan). Mahfud MD (masih)," ucapnya.
Di sisi lain Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah lebih dahulu membentuk Tim Transisi Reformasi Polri.
Tim Transisi Reformasi Polri bertugas mengawal pelaksanaan teknis di internal kepolisian.
Baca tanpa iklan