TRIBUNNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Statistik Kriminal 2024/2025, termasuk mengenai jumlah kejahatan di Indonesia.
Data yang dirilis di situs resmi BPS pada 12 Desember 2025 ini, menunjukkan angka kejahatan nasional.
Secara makro, terdapat indikator yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kejahatan, yaitu jumlah kejahatan, tingkat risiko penduduk terkena kejahatan, dan selang waktu terjadinya kejahatan.
Bila dilihat dari sisi makro, terjadi penurunan jumlah kejadian kejahatan pada tahun 2024, dari 584.991 kejadian tahun 2023 menjadi 561.993.
Penurunan jumlah kejahatan tersebut, diikuti oleh penurunan indikator tingkat risiko penduduk terkena kejahatan, dari 214 tahun 2023 menjadi 204 pada tahun 2024.
Selain itu, Statistik Kriminal yang diunggah BPS juga menunjukkan jumlah kejahatan untuk level Polda selama tahun 2024.
Wilayah Polda Metro Jaya menjadi Polda dengan jumlah kejahatan tertinggi pada tahun 2024, yakni sebanyak 77.261 kejadian.
Polda Metro Jaya ini, mencakup Provinsi DKI Jakarta dan daerah penyangga di sekitar, yaitu Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat, serta Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten.
Disusul Polda Sumatera Utara dengan 60.724 kejadian dan Polda Jawa Timur 60.102 kejadian.
Artinya, ketiga wilayah tersebut, memberikan sumbangan cukup besar dari total 561.993 kejahatan di Indonesia.
Metro Jaya menyumbang 13,75 persen, Sumatera Utara sebesar 10,81 persen, dan Jawa Timur sebesar 10,69 persen.
Sementara itu, tiga daerah yang jumlah kejahatannya paling rendah, adalah Kepulauan Belitung, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara. Masing-masing berjumlah 2.645 kejadian, 2.146 kejadian, dan 1.593 kejadian.
Baca juga: Kejahatan Online Marak, Semester I 2025 Tiktok Hapus 232.000 Konten Penipuan
10 Wilayah dengan Angka Kejahatan Tertinggi
Berikut 10 daerah dengan angka kejahatan tertinggi di Indonesia
1. Metro Jaya
Angka kejahatan: 77.261
Baca tanpa iklan