News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, DPR: Alarm Keras Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENDERA PUTIH - Bendera putih berkibar di jalan lintas Aceh–Medan, simbol keputusasaan warga terdampak banjir bandang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai aksi warga Aceh mengibarkan bendera putih sebagai alarm keras agar pemerintah segera bertindak cepat menangani banjir bandang dan longsor.

“Fenomena pengibaran bendera putih oleh warga Aceh adalah alarm keras bagi negara dan pemerintah,” kata Daniel kepada Tribunnews.com, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, aksi tersebut bukan simbol politik, melainkan bentuk keputusasaan rakyat yang merasa penanganan bencana belum maksimal.

Banyak keluarga belum ditemukan, warga kesulitan pangan, dan tempat tinggal sementara sangat terbatas.

BNPB: Korban Capai Seribu Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sejumlah kabupaten di Aceh menjadi daerah terparah terdampak banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025.

Wilayah yang paling parah antara lain Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara.

BNPB melaporkan total korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai 1.059 jiwa per Rabu (17/12/2025). Rinciannya: Aceh 451 jiwa, Sumatera Utara 356 jiwa, dan Sumatera Barat 252 jiwa.

Jumlah korban hilang menurun dari 200 menjadi 192 jiwa, sementara pengungsi berkurang 28.440 orang dari 606.040 menjadi 577.600 jiwa. Sejumlah wilayah di Aceh masih terisolir karena akses darat terputus, membuat bantuan minim dan warga terancam kelaparan serta penyakit.

DPR Desak Langkah Luar Biasa

Daniel mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah dilakukan, namun menekankan perlunya tindakan lebih masif dan luar biasa dalam penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatera ini.

“Pengibaran bendera putih menandakan bahwa mereka minta segera melakukan upaya extraordinary dalam penanganan bencana ini,” tegasnya.

Ia berharap banjir bandang dan longsor di Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional agar penanganan dilakukan lebih cepat.

Meski memahami pertimbangan pemerintah, Daniel menekankan pentingnya mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Prabowo Malam Ini Bermalam di Sumbar, Langsung Pimpin Rapat Bencana di Kodam

Respons Pemerintah Pusat

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan optimisme bahwa bencana di Aceh dapat ditanggulangi bersama pemerintah daerah dan pusat.

Ia meyakini Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) masih cukup kuat menangani situasi dengan dukungan pemerintah pusat.

“Saya percaya Pak Gubernur masih cukup kuat. Pemerintah daerah juga bekerja dengan baik, didukung oleh pemerintah secara keseluruhan. Insyaallah, mari kita atasi bersama-sama,” kata Gus Ipul saat menyerahkan bantuan di Aceh, Selasa (16/12/2025).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini