News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Komisi X DPR Desak Pemerintah Jamin Keberlanjutan Pendidikan Anak Terdampak Banjir Sumatra

Penulis: Reza Deni
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR SUMATERA - Sejumlah siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang tampak belajar beralaskan terpal pada hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (5/1/2025)

Mu’ti menjelaskan kurikulum darurat dibagi dalam tiga tahap:

  • Tanggap Darurat (0–3 bulan): literasi dasar, numerasi, kesehatan, keselamatan diri, dukungan psikososial, mitigasi bencana.
  • Transisi (3–12 bulan): kurikulum adaptif berbasis krisis, jadwal fleksibel, blended learning bila memungkinkan.
  • Pemulihan Lanjutan (1–3 tahun): integrasi pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pembangunan sekolah baru.

Penilaian siswa dilakukan sederhana, fokus pada kehadiran, keamanan, dan kenyamanan. Guru menilai kurikulum darurat memberi fleksibilitas, sementara orang tua melihat kebijakan ini sebagai langkah realistis yang memberi harapan.

Baca juga: Tak Hanya Anak-anak, Kak Seto Sebut Orang Tua Korban Bencana Sumatera Lebih Rentan Trauma

Pendidikan Jadi Kunci Pemulihan

Kurniasih menekankan menjaga akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari strategi pemulihan sumber daya manusia.

Pendidikan yang terjamin akan membantu anak-anak dan mahasiswa bangkit dari trauma, menjaga harapan, serta mempersiapkan mereka menjadi generasi tangguh.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya membangun kembali fisik dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia tetap terjaga. Pendidikan adalah kunci agar anak-anak dan mahasiswa di Sumatra tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini