"Tujuan akhir adalah kekerasan atau eksploitasi seksual," ucap politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini.
Untuk itu, Rieke pun meminta dukungan pimpinan dan anggota komisi untuk bersama-sama memperjuangkan penanganan kasus tersebut.
"Dalam momen berharga ini di hari pertama saya bertugas di Komisi XIII dengan support dari pimpinan tadi pimpinan juga mohon dukungannya terhadap kasus ini. Apakah mungkin kita memperjuangkannya bersama?" tuturnya.
Baca juga: Aurelie Moeremans dan Broken Strings, Dari Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan
Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans
Belakangan ini publik tengah diviralkan soal artis Aurelie Moeremans yang mengungkap pernah menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun.
Dia menuang kisahnya itu dalam sebuah pengalaman traumatis yang ia ceritakan dalam memoar berjudul Broken Strings
Kronologi Kasus
- Awal mula : Aurelie bertemu dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun (disebut dengan nama samaran Bobby) saat masih remaja dan baru meniti karir di dunia hiburan.
- Proses grooming : Pelaku membangun kepercayaan, melakukan manipulasi emosional, dan mengisolasi Aurelie dari keluarga serta lingkungan.
- Pernikahan paksa : Aurelie sempat dipaksa menikah tanpa restu orang tua, yang kemudian berakhir pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
- Pembatalan nikah : Pada tahun 2020, Aurelie berhasil mendapatkan pembatalan nikah dari gereja, namun kisah ini kembali mencuat setelah merilis memoar digital pada Januari 2026.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Fersianus Waku/Fahdi Fahlevi)
Baca tanpa iklan