Salah satunya, dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029.
"Biar jelas kelaminnya, kami mendukung Prabowo 2029.” ujarnya.
Namun menariknya, dukungan itu tidak berarti Gema Bangsa mengikuti seluruh garis kebijakan politik Gerindra.
Dalam isu pemilihan kepala daerah, Gema Bangsa secara tegas menolak Pilkada melalui DPRD dan tetap mendukung Pilkada langsung oleh rakyat.
“Ini bukan kontradiksi,” ujar Sopiyan.
“Gema Bangsa jelas mendukung Pilkada langsung, karena rakyat perlu dihargai dan diapresiasi.”
Meski mendukung Prabowo Subianto untuk maju di 2029, Sopiyan menegaskan prinsip partainya tetap sama:
“Boleh saja kami mendukung Pak Prabowo, tapi prinsip ini adalah bentuk penghargaan kepada rakyat.”
Ia juga menepis anggapan bahwa sikap tersebut kontradiktif.
"Tidak ada masalah karena ini menjadi penting, penting buat mengapresiasi kehadiran rakyat meskipun adalah isunya efisiensi"
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak bisa dijadikan alasan untuk memangkas hak politik warga.
“Kalau mau efisien, cari model lain, misalnya e-voting. Jangan menghilangkan rakyat dari proses demokrasi.”
Menatap 2029
Tahun 2026 disebut Sopiyan sebagai tahun strategis. Gema Bangsa akan menggelar Rapimnas pada April untuk memantapkan struktur dan program, sebagai persiapan verifikasi Pemilu 2027 dan kontestasi Pemilu 2029.
Partai ini juga mengembangkan sistem keanggotaan digital, memungkinkan pendaftaran daring dan kartu anggota berbasis aplikasi.
Baca tanpa iklan