TRIBUNNEWS.COM - Berikut harta kekayaan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, yang masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menyusul pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas telah mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra.
"Iya artinya sudah mengundurkan diri lah dari keanggotaan partai," kata Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Prasetyo mengatakan, syarat-syarat pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI telah terpenuhi, termasuk bukan bagian dari anggota partai politik.
"Ya kalau pada saat dicalonkan ya sudah memenuhi persyaratan-persyaratan," kata Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo mengaku, tidak mengetahui pasti kapan keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra.
Sementara itu, terkait alasan Presiden Prabowo mencalonkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Prasetyo mengatakan tidak ada alasan khusus.
Ia hanya mengatakan, Thomas Djiwandono merupakan satu dari tiga nama calon yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
"Ya, tidak ada alasan tertentu lah kan ada beberapa nama," terangnya.
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 3 Januari 2025.
Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Thomas memiliki kekayaan sebesar Rp74.497.761.234 (Rp74,4 miliar).
Baca juga: Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra
Kekayaan itu terdiri dari sejumlah aset, berikut rinciannya:
- Tanah dan bangunan: Thomas memiliki satu aset tanah dan bangunan yang terletak di Kota Jakarta Selatan yang bernilai Rp40.570.630.000.
- Alat transportasi dan mesin: Thomas mempunyai tiga mobil, yaitu Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 (Rp800.000.000), Hyundai Staria 2.2 2WD 8AT tahun 2024 (Rp1.065.000.000), Lexus tahun 2024 (Rp2.350.000.000) sehingga totalnya Rp4.215.000.000.
- Harta bergerak lainnya: Rp1.809.500.000.
- Surat berharga: Rp13.073.600.000.
- Kas dan setara kas: Rp14.829.031.234.
- Utang: -
- Total harta kekayaan: Rp74.497.761.234.
Tiga Calon Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat Presiden (Surpres) kepada DPR mengenai calon deputi Gubernur BI yang akan menggantikan Juda Agung.
Setelah menerima Surpres tersebut nantinya DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap kandidat Gubernur BI akan digelar pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).
Baca tanpa iklan