"Sudah saatnya kita berintrospeksi diri untuk merubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam menjadi bahan eksploitasi kita tanpa mempertimbangkan keharmonian hidup, keselarasan hidup agar kita yang numpang di bumi ini menghormati bumi sebagai tempat tumpangan kita."
"Untuk itu marilah kita bersama-sama menyadari pemerintah harus sadar akan kesalahannya. Masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapapun tanpa melihat latar belakang kehidupannya," tegas Dedi Mulyadi.
Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang terjadi di Cisarua serta di berbagai wilayah lain di Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap peristiwa ini mampu menyadarkan semua pihak agar lebih bijak memperlakukan alam.
"Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas peristiwa bencana yang terjadi di Cisarua dan di berbagai tempat di Provinsi Jawa Barat."
"Semoga kita menjadi manusia yang tersadarkan," demikian pernyataan Dedi Mulyadi.
Update Korban Longsor di Cisarua
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya M Syafii, mengatakan update data korban tanah longsor di Cisarua saat ini ada 113 orang dari 34 kepala keluarga.
M Syafii menyebut, sejauh ini korban yang berhasil diselamatkan adalah 23 orang, sementara 80 orang lainnya dinyatakan hilang.
"Dalam pelaksanaan operasi (pencarian korban) hari pertama, informasi sementara korban yang terdampak ada 113 korban dari 34 kepala keluarga, itu informasi awal," kata M Syafii pada Minggu (25/1/2026) pagi, dilansir Kompas TV.
"Dari kejadian tersebut telah bisa kita selamatkan dengan jumlah 23 orang. Kemudian informasi yang juga kita terima bahwa masih ada 80 warga yang dinyatakan hilang," jelas M Syafii.
Pada operasi pencarian hari pertama kemarin, sebanyak 12 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Terhadap 12 korban itu, saat ini telah diserahkan Basarnas dan Tim SAR gabungan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Enam jenazah telah berhasil diidentifikasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
"Jadi kita akan mengatakan jenazah pada saat sudah teridentifikasi, yang telah diserahkan kepada keluarga," terang M Syafii.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Baca tanpa iklan