News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Ahok Pastikan Hadir jadi Saksi di Sidang Dugaan Korupsi Minyak Pertamina

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERSAKSI DI SIDANG - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina yang juga Mantan Guberbnur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi Pertamina di Kejaksaan Agung, Kamis (13/3/2025). Ahok mengonfirmasi akan menghadiri sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengonfirmasi akan menghadiri sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa pekan depan. 

Nantinya Ahok akan menjadi saksi untuk para terdakwa Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. 

"Iya hadir," kata Ahok dihubungi, Minggu (25/1/2026). 

Sejatinya Ahok dijadwalkan dihadirkan sebagai saksi pada persidangan sebelumnya bersama eks Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Arcandra Tahar.

Namun Ahok berhalangan hadir ke persidangan. 

Nama Ahok sendiri pernah disebut di persidangan pada Selasa (30/12/2025), hal itu terungkap saat eks Senior Manager Trafigura, Martin Hendra Nata dihadirkan sebagai saksi di persidangan. 

Mulanya jaksa di persidangan menanyakan apakah pernah ada pertemuan antara terdakwa Yoki Firnandi dengan Bob Kamandanu selaku Presiden Komisaris PT Trafigura secara informal. 

Kemudian dikatakan Martin tidak ada pertemuan seperti itu, namun mengakui adanya pertemuan coffee meeting. 

Jaksa lalu menanyakan hal itu dalam rangka apa. 

"Waktu itu kami Trafigura. Itu mau ada courtesy meeting pak. Meeting lanjutan, kalau nggak salah di BAP saya ada juga. Dengan komisaris utama Pertamina pada waktu itu, Pak Basuki Tjahaja Purnama," kata Martin. 

"Itu meeting lanjutan. Dan waktu itu terkait manajemen kami meminta coba tolong diexplore, didiskusikan dengan Pertamina kira-kira potensi bisnis apa yang bisa diexplore dengan Pertamina. Biar nanti pas meeting dengan Pak Basuki bisa disampaikan," imbuhnya. 

Lanjutnya, waktu itu seingatnya, dirinya dengan Bob Kamandanu meeting dengan Yoki Firnandi. 

"Karena kami pikir kami harus bicara dulu dengan fungsi teknis yang terkait," jawab Martin. 

Jaksa lalu menanyakan berarti pertemuan itu sebelum PT Trafigura Asia Trading (TAT) ditetapkan menjadi mitra usaha terseleksi atau demut bersyarat pengadaan pelelangan impor minyak mentah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini