News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Jaksa Heran Harga Satuan Chromebook di e-Katalog Lebih Mahal Dibanding Marketplace

Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SIDANG KASUS CHROMEBOOK - Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dalam sidang ini jaksa mempertanyakan terkait harga satuan chromebook di e-katalog lebih mahal dibanding marketplace.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mempertanyakan terkait harga satuan laptop chromebook di e-catalog jauh lebih mahal dibanding di pasar online atau marketplace.

Hal tersebut diungkap Jaksa saat mencecar saksi Harnowo Susanto dan Dhani Khamidan Khoir selalu mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA Kemendikbud dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Jaksa mempertanyakan apakah Harnowo selalu PPK Direktorat SMP pernah melakukan survei terkait harga chromebook.

Mendengar pertanyaan jaksa, Harnowo menjelaskan survei harga dilakukan tim teknis yang ditunjuk untuk mengurus pengadaan Chromebook.

Dia mengatakan tim teknis di Direktoratnya itu melakukan survei di internet.

"Iya melakukan. Dari Direktorat SMP melakukan survei di internet pak yang dilakukan tim teknis," ucap Harnowo di ruang sidang.

Sementara itu, Dhani menuturkan, untuk tim teknis di bawah Direktorat SMA melakukan survei harga satuan chromebook melalui sistem pengadaan di e-katalog.

Baca juga: Sidang Kasus Chromebook Nadiem Makarim, Google Mengaku Raup Untung USD 38 Per 1 Unit Penjualan CDM

Jaksa pun mendalami hasil dari survei yang dilakukan tim teknis di Direktorat SMA khususnya terkait satuan harga chromebook.

Mendengar hal itu Dhani membeberkan bahwa satuan harga chromebook yang tertera di e-katalog saat itu berkisar di angka Rp 5 juta hingga Rp 8 juta.

"Waktu itu berapa harga survei itu, berapa hasil survei itu?," tanya Jaksa.

"Waktu itu harga survei harganya dari Rp 5 juta sampai 8 juta pak," ucap Dhani.

Baca juga: Sidang Nadiem Makarim, Jaksa Bongkar Bukti Percakapan Chromebook Dibiarkan Tak Terpakai

Mendengar hal itu, Jaksa pun merasa heran dan mempertanyakan terkait harga chromebook tersebut.

Dalam momen bahkan jaksa juga membandingkan keterangan Dhani dengan keterangan yang pernah disampaikan saksi Hamid Muhammad selaku Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud pada sidang sebelumnya.

Jaksa menuturkan, bahwa dalam fakta persidangan sebelumnya, Hamid pernah membeli chromebook ukuran 14 inch pada bulan April 2020 melalui marketplace dengan harga satuan yang lebih murah.

Bahkan dalam keterangannya saat itu, bahwa chromebook yang dibeli Hamid memiliki spesifikasi tinggi namun dengan harga miring yakni sekitar Rp 3,3 juta.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini