Jaksa pun lantas menekankan kepada Dhani untuk berkata jujur mengenai harga satuan chromebook tersebut.
"Sekali lagi saudara ini disumpah, saudara melakukan survei harga atau tidak?" tanya Jaksa.
"Yang melakukan survei tim teknis kami pak," ucap Dhani.
"Yang saya tanya saudara?" cecar Jaksa.
"Saya tidak," timpal Dhani.
Saat itu Jaksa kembali mempertanyakan lantaran Dhani selalu PPK justru tidak tahu mengenai harga satuan dari chromebook tersebut.
Menanggapi hal itu, Dhani menuturkan, bahwasanya telah ada pembagian tugas antara PPK dan tim teknis mengenai pengadaan Chromebook.
"Karena saya sudah membentuk tim teknis di situ tugasnya membantu pengadaan sampai selesai maka yang melakukan tim teknis," ucap Dhani.
"Jadi saudara selaku PPK juga tidak melakukan pengecekan terhadap hasil tim teknis ini?" cecar Jaksa.
"Kalau pengecekan mengikuti, kami melihat di laptopnya para tim teknis. Cuma kami tidak mengikuti secara detail untuk survei harganya," ungkap Dhani.
Tak puas dengan jawaban itu, Jaksa kembali memastikan mengenai kesaksian tersebut sekaligus soal harga satuan chromebook yang dinilai cukup tinggi tersebut.
"Betul bapak disumpah ini pak, berapa harganya, betul Rp 5 juta lebih itu?" tegas Jaksa.
Dhani membeberkan, pada Februari 2020, dirinya mengaku sempat melihat jenis laptop chromebook yang akan dibeli Kemendikbud untuk Program Digitalisasi Pendidikan.
Adapun jenis laptop yang kala itu dia lihat merupakan merk Acer yang diketahui merupakan produk impor.
Merk laptop itu menurut Dhani berasal dari seluruh penyedia yang tertera di sistem e-catalog.
Baca tanpa iklan