TRIBUNNEWS.COM - Menteri HAM, Natalius Pigai, mengaku siap untuk berdebat dengan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zaenal Arifin Mochtar atau yang akrab disapa Uceng.
Dia mengatakan siap untuk berdebat dengan Uceng pada Kamis (5/3/2026).
Pigai menyebut debat tersebut akan digelar melalui siaran lagsung di stasiun televisi. Dia mengatakan pihak stasiun televisi telah menyetujui untuk menayangkan debat tersebut.
"Saya setuju debat secara live di tanggal 5 Maret 2026," katanya dalam cuitan di akun X pribadinya, Sabtu (28/2/2026).
Terpisah, Uceng mengatakan alasannya mau untuk menerima tantangan debat dari Pigai karena ingin publik memahami bahwa pejabat publik tidak bisa menjelaskan kinerjanya melalui jargon.
Baca juga: Rocky Gerung Minta Debat MenHAM Pigai dan Guru Besar UGM Dibatalkan: Isu HAM Bukan Konsumsi Talkshow
Dia juga menyebut sebenarnya malas meladeni seseorang yang mengajaknya debat.
Namun, Uceng menilai tantangan debat yang diajukan oleh Pigai adalah hal berbeda.
“(Pejabat publik) Tidak menjawab seakan-akan “tenanglah, pokoknya saya sudah kuasai ini ilmunya, pokoknya saya bisa”, nggak bisa begitu, itu masa kampanye. Masa dua tahun kerja ini apa yang dilakukan? Itu yang paling penting sebenarnya,” katanya di Fakultas Hukum UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (27/2/2026), dikutip dari Tribun Jogja.
Ia mengatakan debat akan dilakukan dalam konteks menagih kinerja Pigai selama menjabat sebagai Menteri HAM di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Capek juga sih debat di Twitter (sekarang X), jadi mending sekalian langsung saja,” jelasnya.
Uceng mengungkapkan debat terbuka ini perlu dilakukan karena penegakan HAM dianggapnya berantakan di era Pigai.
“Kan catatan kita terhadap penegakan HAM di republik ini agak buruk ya, dua tahun belakang yang memang berantakan sekali,” ujarnya.
"Dan menurut saya bagus juga kalau beliau (Pigai) mau datang, supaya jadi semacam pertanggungjawaban terhadap kinerja dia," sambung Uceng.
Awal Mula Debat Pigai vs Uceng
Perdebatan Pigai dan Uceng bermula ketika Menteri HAM mengeklaim sudah memahami terkait HAM sejak usia lima tahun.
Adapun klaim tersebut disampaikannya melalui cuitan di akun X Pigai pada Kamis (26/2/2026) lalu.
Baca tanpa iklan