News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ada Varian Covid-19 Baru ‘Cicada’, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS COVID-19 - Template update kasus Covid-19 yang dibuat pada Senin (2/6/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian baru Covid-19 ‘Cicada’ kini jadi perhatian dunia. WHO dan banyak negara sedang mengamati varian baru BA.3.2, Cicada.

Varian ini sudah masuk "Variant Under Monitoring - VUM" WHO. Artinya, varian ini belum dianggap berbahaya seperti varian besar sebelumnya, tetapi sedang diawasi ketat karena ada potensi dampak tertentu.

Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.

Varian ini belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian.

Merujuk pada WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah.

Baca juga: Muncul Varian Baru Covid-19 ‘Cicada’, Disebut Berisiko Rendah dan Belum Ada di Indonesia

Berikut hal-hal yang perlu diketahui terkait varian Cicada seperti dirangkum oleh pakar kesehatan sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama.

1. Sebarannya di Lebih dari 30 Negara

BA.3.2 kini sudah ditemukan di lebih 30 negara, dan disebabkan negara mencakup lebih 30 persen kasusnya, termasuk Jepang, Kenya, Belanda, Inggris dan tentunya Amerika Serikat.

Amerika Serikat melalui CDC pada Februari 2026 mulai melacak varian ini, dan pada 19 Maret 2026 mulai dideteksi dan ditemukan adanya peningkatan kasus di Amerika Serikat.

Kasus pertama mulai ada di Amerika Serikat pada Januari tahun ini, dan laporan terakhir maka sudah mulai ditemukan juga pada swab pengunjung dari luar negeri yang masuk Amerika Serikat.

WHO sendiri mulai memantau secara global sejak Desember 2025, meskipun kasus awal sudah ada sejak 2024 di Afrika Selatan.

2. Kenapa Jadi Perhatian Global?

Prof Tjandra menyatakan, merujuk sejumlah literatur yang ada ternyata BA.3.2 sudah mengalami 75 mutasi atau disebut high mutated. Ini cukup tinggi dibanding banyak varian sebelumnya.

Mutasi terjadi pada bagian penting virus yang disebut spike protein.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini