News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Saiful Mujani

Saiful Mujani Siap Hadapi Laporan Polisi: Kalau Ada Panggilan, Saya Akan Datang

Penulis: Reza Deni
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRIMINALISASI AKADEMISI: Pendiri Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Saiful Mujani saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaporan polisi terhadap dirinya karena diduga melakukan penghasutan dan upaya makar menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (23/4/2026)/Tribunnews Reza Deni

 

Ringkasan Berita:

  • Saiful Mujani menyatakan siap menghadapi laporan hukum di Bareskrim dan Polda terkait polemik pernyataannya
  • Ia menegaskan akan memenuhi panggilan sebagai warga negara dan siap menjalani seluruh proses, termasuk kemungkinan penahanan
  • Saiful juga menolak segala bentuk kekerasan serta mengajak masyarakat tetap berani menyampaikan pendapat secara damai

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Saiful Mujani Research & ConsultingSaiful Mujani menegaskan kesiapannya menghadapi laporan hukum yang kini bergulir di kepolisian, baik di Bareskrim maupun Polda.

Hal itu disampaikannya usai polemik pernyataannya yang memicu pelaporan oleh sejumlah pihak karena diduga menghasut dan mengajak untuk melakukan makar

“Menurut saya itu hak warga negara untuk melapor ke polisi. Kalau saya dipanggil ke Bareskrim atau Polda, saya akan datang dengan senang hati,” kata Saiful di UIN Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, Saiful mengaku hingga saat ini belum menerima undangan resmi dari aparat penegak hukum.

“Tapi kalau nanti ada (panggilan), saya akan jalani. Itu kewajiban sebagai warga negara,” ujarnya.

Dia menyadari proses hukum bisa menyita waktu dan tenaga.

Baca juga: Todung Siap Bela Saiful Mujani Hadapi Laporan Polisi: Terlalu Prematur Kalau Disebut Makar

Namun, ia menegaskan telah menyiapkan diri untuk menghadapi seluruh konsekuensi.

Saiful juga menegaskan bahwa pandangannya soal perubahan kekuasaan tidak pernah dimaksudkan melalui jalan kekerasan.

“Kalau ada ajakan ke arah itu, saya orang pertama yang menolak,” tegasnya.

Bahkan, ketika ditanya soal kemungkinan terburuk seperti penahanan, Saiful mengaku siap menghadapi jika itu menjadi bagian dari prosedur hukum.

“Kalau memang harus ditahan sesuai prosedur, ya dijalani saja,” ucapnya.

Dia palu menyinggung bahwa perjuangan tersebut belum seberapa dibandingkan dengan para pendiri bangsa.

Lebih lanjut, Saiful menilai situasi saat ini menunjukkan adanya kecenderungan yang membuat masyarakat merasa takut dalam menyampaikan pendapat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini