News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Qodari dan Pelantikan Ketiga Kalinya oleh Presiden Prabowo

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RESHUFFLE KABINET - Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2026). Qodari dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Qodari telah dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggantikan Angga Raka Prabowo di  Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, (27/4/2026). Qodari sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan.

Qodari mengatakan pelantikan yang ia jalani merupakan yang ketiga selama pemerintahan Prabowo-Gibran berlangsung.

Baca juga: Baru 1,5 Tahun Jadi Presiden, Prabowo Sudah Lakukan Reshuffle 5 Kali, Setara Dua Periode Era SBY

Untuk diketahui Qodari dilantik pertama kali sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 21 Oktober 2024.

Setelah itu Qodari yang merupakan pengamat dan peneliti politik di Indonesia tersebut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada reshuffle jilid ketiga 17 September 2025. Ia dilantik untuk menggantikan AM Putranto.

Kemudian pada hari ini pendiri lembaga survei Indobaromater tersebut dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Bakom menggantikan Angga Raka yang merupakan eks Aspri Prabowo.

“Saya pada hari ini mendapatkan tugas sebagai kepala Badan komunikasi pemerintah. Ini pelantikan yang ketiga untuk saya pribadi selama pemerintahan Bapak Prabowo,” katanya usai pelantikan.

Qodari mengatakan jabatan baru yang ia duduki menambah tanggungjawab yang ia emban.

Ia mengaku doa yang dipanjatkan kepada Tuhan semakin panjang karena tugasnya yang semakin berat.

“Rasanya tanggung jawab ini semakin meningkat. Jadi terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang, karena berat, berat sekali,” katanya.

Qodari mengatakan bukan tanpa alasan doa yang dipanjatkan semakin panjang. Program Presiden Prabowo yang harus disampaikan kepada publik sangat banyak.

“Yang pada dasarnya kalau saya baca itu adalah bagaimana negara ini memenuhi tujuannya sesuai dengan pembukaan undang-undang dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut berpartisipasi dalam ketertiban dunia,” katanya.

Dengan tugas yang besar tersebut kata Qodari, mengharuskan ia bekerjasama dengan banyak pihak. Baik itu antara sesama lembaga pemerintah dan negara maupun dengan media.

Baca juga: Reshuffle Kabinet Jilid V: Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Dudung Abdurrachman Jabat KSP

“Saya pribadi sudah menjadi bagian dari komunikasi ini dari sangat-sangat lama. Banyak teman-teman saya di media saya ketemu dulu di lapangan sampai jadi pemred sampai pensiun. Jadi Insya Allah saya dengan teman-teman media ini sangat dekat dan mudah-mudahan kedekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih baik dan semakin baik lagi,” katanya.

Terkait hubungan antara pemerintah dan media sendiri terutama berkaitan dengan penyampaian program program pemerintah, menurut Qodari saat ini dirinya sudah memiliki sejumlah pemikiran untuk ditindak lanjuti kedepan.

Landscape Media saat ini kata dia berbeda dengan media 10-20 tahun lalu. Selain media pers mainstream saat ini juga terdapat media sosial yang sebagian beroperasi layaknya pers.

“Tetapi dengan regulasi yang mungkin berbeda dengan teman-teman yang ada di pers. Dan pada titik itu tentu ini suatu tantangan tersendiri dan apa dan bagaimananya tentu nanti kita akan pikirkan ke depan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini