TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Kehadiran Presiden dalam Rapat Paripurna DPR ini, menjadi sorotan. Meski demikian, Presiden mengaku hadir dalam Rapat Paripurna DPR untuk menyampaikan langsung pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara.
Apalagi momen ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.
"Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan APBN 2027," kata Prabowo dalam sidang paripurna di DPR RI, Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengaku, memahami bagaimana bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan adanya konflik dan peperangan di sejumlah tempat, bahkan di Timur Tengah.
Sebab, meski kawasan berkonflik jauh dari Tanah Air, namun ternyata memiliki dampak yang berpengaruh bagi kehidupan bangsa dan negara.
"Kita menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh konflik dan ketegangan ketidakpastian," lanjut Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden berbicara mengenai ekonomi Indonesia.
Pemerintah pun menargetkan pendapatan negara di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2027 mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Target tersebut, diproyeksi meningkat dibanding dengan tahun lalu atau year-on-year (YoY) yang mencapai 11,71 persen hingga 12,31 persen pada tahun 2026.
Baca juga: Presiden Prabowo Targetkan Lapangan Kerja Bertambah di 2027
Pidato Lengkap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu-raahayu.
Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia, Saudara Gibran Rakabuming Raka. Yang saya hormati Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani dan para wakil ketua MPR RI. Yang saya hormati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saudari Puan Maharani dan para wakil Ketua DPR RI. Yang saya hormati Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Saudara Sultan Bakhtiar Najudin beserta para wakil ketua DPD RI. Yang saya hormati pimpinan serta seluruh anggota MPR RI, DPR RI dan DPD RI. Para pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir.
Yang saya hormati para ketua umum partai politik yang hadir, Ketua Umum PDI Perjuangan yang diwakili oleh Saudara Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Nasdem, Saudara Surya Paloh. yang mewakili Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Saudara Abdul Muhaimin Iskandar yang sedang berangkat haji. Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Saudara Muzamil Yusuf. Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Saudara Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat, Saudara Agus Harimurti Yudhoyono.
Yang saya hormati Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua Komisi Yudisial, Gubernur Bank Indonesia, dan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya. Saya hormati para menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, serta seluruh anggota kabinet merah putih yang hadir. Dan yang saya hormati perwakilan dari kelompok-kelompok masyarakat yang hadir dan yang saya muliakan saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai di mana pun Engkau berada.
Baca tanpa iklan