Dalam upaya mengusut tuntas kasus ini, tim penyidik KPK telah melakukan serangkaian upaya paksa berupa penggeledahan dan penyitaan barang bukti di berbagai lokasi.
Di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, KPK menyita kontainer yang diduga kuat milik importir terafiliasi dengan PT Blueray.
Kontainer tersebut didapati berisi suku cadang (sparepart) kendaraan yang masuk dalam kriteria barang dilarang atau dibatasi impornya.
Selain itu, penyidik juga telah menggeledah kediaman salah satu pengusaha kepabeanan, Heri Setiyono alias Heri Black, pada Senin (11/5/2026) dan menyita sejumlah catatan penting serta Barang Bukti Elektronik (BBE).
Upaya penyitaan juga menyasar Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf.
Dari tangan Faizal, KPK menyita berbagai perangkat elektronik bernilai tinggi, di antaranya komputer Apple Mac lengkap dengan aksesorisnya, kamera Lumix S5IIX, monitor, hingga sistem mikrofon nirkabel merek Boss.
Hingga berita ini diturunkan, KPK telah menjerat tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini.
Dari pihak penyelenggara negara, tersangka meliputi:
- mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Ditjen Bea dan Cukai periode 2024–Januari 2026 Rizal
- Kasubdit Intel P2 DJBC Sisprian Subiaksono
- Kasi Intel DJBC Orlando
- pegawai Ditjen Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo
Sementara dari pihak pemberi suap, tersangka terdiri dari:
- Pemilik PT Blueray John Field
- Manajer Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan
- Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri
- Seluruh tersangka kini telah mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.
Khusus untuk para tersangka dari pihak PT Blueray, mereka saat ini tengah berhadapan dengan proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Baca tanpa iklan