"Solo diharapkan bangun dari tidur panjangnya. Kalau selama ini hal-hal yang berkaitan dengan Solo tidak bisa terbenahi misalkan masalah banjir. Sekarang ada harapan ijo royo-royonya," kata Sigit, Minggu (6/9/2020).
Selain itu, didendangkannya lagu tersebut juga sebagai bagian melestarikan budaya Jawa.
"Karena diusung tikus pithi. Tikus pithi kan nama pengikut dari Kanjeng Sunan Kalijaga yang menciptakan lagu itu. Kita nguri-uri budaya Jawa," ucap Sigit. (*)
Baca tanpa iklan