"Jadi kalau saum Ramadan tanpa niat maka Ramadannya itu tidak sempurna gitu ya. Bahkan ada yang mengatakan kalau esok hari kita Ramadan, malam harinya itu harus ya menjalankan niat ya dalam hati kita ataupun ditawakudkan dengan lafaz kita yang terpenting niat itu harus diucapkan ya oleh hati juga oleh lisan kita supaya kita yakin bahwa besok hari kita akan melaksanakan ibadah ee saum di bulan Ramadan. " katanya.
2. Sunnah Sahur dan Berbuka
Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
Sahur yang dilakukan mendekati waktu subuh memberi kekuatan fisik sekaligus keberkahan.
Saat berbuka, Rasulullah SAW mencontohkan kesederhanaan.
Beliau berbuka dengan beberapa butir kurma dan air.
Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air putih. Prinsipnya bukan pada banyaknya makanan, tetapi pada kecukupan dan kesehatan.
"Rasulullah SAW menjalankannya tidak banyak makanan yang beliau minum cukup satu dua biji kurma. Ya, dalam hadis itu dikatakan jadi tamar itu adalah kurma. Bisa satu, bisa dua biji atau dua buah. Cukup saja dengan air ya, air putih ya," jelasnya.
Sikap tidak berlebihan sangat ditekankan.
Setelah seharian menahan lapar, godaan untuk makan berlimpah memang besar.
Namun, Rasulullah SAW tidak pernah menjadikan momen berbuka sebagai ajang balas dendam terhadap rasa lapar.
"Rasulullah juga tidak berlebihan ya. Janganlah kita berlebih-lebihan termasuk dalam makan minum ya," terangnya.
Ia mengajarkan keseimbangan dan pengendalian diri.
Berbuka secukupnya juga baik bagi kesehatan, membantu metabolisme tubuh kembali stabil tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.
3. Menjaga Pola Makan dan Kesehatan
Puasa yang sesuai sunnah tidak membuat tubuh lemah.
Justru dengan pola makan yang teratur dan tidak berlebihan, tubuh menjadi lebih terjaga.
Baca tanpa iklan