News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Langkah Utama Memperbaiki Kualitas Puasa di Bulan Ramadan, Hadirkan Hati saat Berdzikir

Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TADARUS - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Umat Islam memanfaatkan waktu puasa dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan tadarus Al Quran guna menambah amalan dan pahala selama bulan suci Ramadan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Hal yang perlu menjadi catatan adalah dzikir dilakukan dengan lisan, bukan di dalam hati.

Hadits Rasulullah di atas merinci bahwa dzikir dilakukan dengan lisan, bukan hati.

USTADZ - Ustadz Rizky Narendra, pengajar mata pelajaran tafsir Al Qur'an di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, saat ditemui Tribunnews di lantai dua masjid Pondok Pesantren Imam Bukhari, Senin (23/2/2026), siang. (Tribunnews.com/Guruh Putra Tama)

2. Membesarkan Efek Ibadah

Dzikir bisa menambah atau membesarkan efek dari sebuah ibadah yang dijalani.

Sebagaimana contoh ada dua orang melakukan ibadah, di mana salah satunya hanya sebatas ritual atau gerakannya saja.

Sedangkan yang lain melengkapinya dengan dzikir terbaik yang sahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Nilai ibadah dari kedua orang tersebut akan berbeda berkat dzikir yang terselip.

Namun untuk memberikan kekuatan dan efek, dzikir tak bisa dilakukan dengan serampangan.

Ustadz Rizky Narendra menyebut dzikir juga harus disertai dengan istihdhor atau menghadirkan hati dalam dzikir.

Istihdhor juga bisa disebut ihsan, sebagaimana yang lebih mahsyur di kalangan masyarakat.

Ihsan adalah beribadah sebagaimana seseorang itu melihat Allah. Jika tidak bisa, maka Allah sesungguhnya melihat ibadah seseorang tersebut.

Dengan ihsan yang menyertai dzikir, seseorang itu akan lebih merasakan dan mendalami ibadahnya tersebut.

Hal itu karena ia merasa diawasi Allah di setiap aktivitasnya.

Pada akhirnya, kehadiran hati tersebut akan menimbulkan manisnya ibadah.

"Jika seseorang sudah merasakan manisnya ibadah, pasti akan ketagihan," ucap Ustadz Rizky Narendra saat ditemui Tribunnews di lantai dua Masjid Pondok Pesantren Imam Bukhari.

Kaum muslimin tak akan lagi kesulitan untuk khusyuk dalam ibadah dengan adanya ihsan di dalam dirinya.

Dengan itu, kualitas ibadahnya, termasuk puasa di bulan Ramadan, akan meningkat kualitasnya. (*)

(Tribunnews.com/Guruh)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini