Doa yang paling dikenal dan sering dibacakan adalah:
“Ajarakallahu fima a‘taita, wa baraka laka fima abqaita, wa ja‘alahu laka tahuran.”
Artinya: “Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”
Doa tersebut mengandung harapan agar zakat yang diberikan mendapatkan balasan pahala, membawa keberkahan bagi harta yang dimiliki, serta menjadi sarana penyuci jiwa dan harta bagi pemberinya.
Selain itu, terdapat pula doa singkat yang kerap diucapkan dalam berbagai kesempatan ibadah, termasuk saat menerima zakat fitrah, yaitu:
“Taqabbalallahu minna wa minkum.”
Artinya: “Semoga Allah menerima amal dari kami dan dari kalian.”
Bacaan tersebut sering disampaikan sebagai bentuk penghormatan, sekaligus harapan agar ibadah zakat fitrah diterima oleh Allah SWT.
Keutamaan membaca doa menerima zakat fitrah tidak hanya dirasakan oleh penerima zakat, tetapi juga oleh pemberinya.
Doa menjadi jembatan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
Dengan memanjatkan doa, seorang muslim menegaskan rasa syukurnya atas rezeki yang dititipkan Allah SWT serta berkomitmen menggunakannya di jalan kebaikan.
Selain itu, doa yang dibacakan oleh penerima zakat menjadi bentuk penghargaan kepada muzakki.
Sementara itu, hubungan spiritual antara keduanya akan memperkuat ukhuwah Islamiyah, menghadirkan suasana saling mendoakan dan menghormati.
Pada akhirnya, memahami dan mengamalkan bacaan doa menerima zakat fitrah bukanlah rutinitas, melainkan bagian dari ibadah yang sarat nilai.
Dengan pemahaman yang benar, zakat fitrah bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga menjadi amalan penuh makna yang mendatangkan keberkahan bagi semua pihak.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan