Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.
Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”
Selain doa di atas, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa ketika keluar dari rumah.
Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Bismillahi tawakkaltu' alalloh, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”
Adab Ketika Bepergian
Setiap muslim perlu mengetahui adab ketika melakukan perjalanan jauh agar selamat sampai tujuan, sebagaimana dijelaskan Kementerian Agama, Muhammadiyah, dan buku Panduan Musafir, Adab dan Hukum Dalam Safar oleh Abdullah Haidir, diterbitkan oleh Kantor Da'wah dan Bimbingan Bagi Pendatang pada tahun 2005 di Arab Saudi.
1. Memilih Hari dan Waktu yang Baik untuk Berangkat
Dalam Islam, dianjurkan memilih waktu yang baik ketika hendak melakukan perjalanan jauh.
Nabi Muhammad sering melakukan safar pada hari Kamis dan pada waktu pagi hari, karena waktu tersebut dianggap membawa keberkahan dan memudahkan perjalanan.
“Jarang sekali Rasulullah SAW bepergian kecuali pada hari Kamis.” (HR. Bukhari & Muslim)
"Sesungguhkan Nabi Saw keluar pada hari Kamis saat perang Tabuk, dan beliau menyukai keluar (untuk safar) pada hari Kamis." (HR Bukhari)
2. Berpamitan dan Meminta Doa
Sebelum berangkat, seorang muslim dianjurkan untuk berpamitan kepada orang tua, keluarga, dan orang terdekat.
Selain sebagai bentuk sopan santun, hal ini juga bertujuan agar mereka mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku titipkan agama-mu, amanah-mu, dan akhir dari amalanmu.” (HR. Abu Dawud no. 2233)
3. Membaca Doa dan Berserah Diri kepada Allah
Ketika akan keluar rumah atau memulai perjalanan, seorang muslim dianjurkan membaca doa dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah.
Hal ini sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Baca tanpa iklan