"Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq ayat 3)
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa Selama Perjalanan
Selama berada dalam perjalanan, umat Islam dianjurkan untuk sering mengingat Allah dengan berdzikir dan berdoa.
Perjalanan termasuk waktu yang baik untuk memohon kepada Allah, sehingga kesempatan tersebut sebaiknya dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah.
“Rasulullah SAW dan pasukannya apabila mendaki, mereka bertakbir; bila turun bertasbih.” (HR. Abu Dawud)
"Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: Doa orang tua untuk anaknya, doa seorang musafir dan doa orang yang dizalimi." (HR Abu Dawud)
5. Tetap Menjaga Ibadah dan Memanfaatkan Keringanan Safar
Walaupun sedang bepergian, seorang muslim tetap wajib menjaga ibadah, terutama salat.
Namun Islam memberikan keringanan bagi musafir, seperti boleh menjamak atau mengqashar salat agar lebih mudah dilaksanakan selama perjalanan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dan Al-Quran.
“Salat yang difardhukan bagi penduduk adalah empat raka’at, bagi musafir dua raka’at.” (HR. Abu Dawud)
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu qashar sholat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir." (QS. An-Nisa: 10)
"Sesungguhnya Allah senang jika keringanan-keringanan-Nya (rukhsah-Nya) digunakan sebagaimana Dia senang jika ajaran-ajaran-Nya yang lengkap digunakan." (HR Ahmad, Baihaqi dan Thabrani)
6. Menjaga Cara Berpakaian dan Sikap
Saat berada dalam perjalanan, seorang muslim dianjurkan tetap berpakaian sopan dan menutup aurat.
Selain itu, sikap juga harus dijaga dengan bersikap rendah hati, tidak berlebihan, dan tidak bersikap sombong kepada orang lain.
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama muslimah), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan..." (QS. An-Nur: 31)
7. Adab Khusus bagi Wanita
Bagi wanita muslim, ada beberapa adab tambahan ketika bepergian.
Di antaranya tidak menggunakan wangi-wangian secara berlebihan serta dianjurkan melakukan perjalanan bersama mahram agar lebih aman dan terjaga, sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Baca tanpa iklan