News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Antisipasi Penolakan Uang Logam BI Layani Warga Bungo dan Tebo

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi uang logam

TRIBUNNEWS.COM   JAMBI,  - Bank Indonesia mulai hari ini Selasa (27/11/2012)  sampai Kamis mendatang  ( 29/11/2012)  akan melakukan penukaran uang logam/receh kepada masyarakat Kabupaten Muaro Bungo dan Tebo. Penukaran uang logam kepada masyarakat ini dilakukan melalui mobil kas keliling.

"Tujuannya melayani penukaran uang pecahan kecil/uang receh kepada masayarakat Bungo dan Tebo," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Marlison Hakim melalui pesan singkat, Senin (26/11/2012).

Marlison menambahkan kegiatan tersebut merupakan program Bank Indonesia setiap bulannya di wilayah kerja BI Jambi. Sekaligus melakukan 'Clean Money Policy' atau melakukan penarikan uang yang tidak layak edar/lusuh.

Uang logam pecahan Rp 100, 200 dan 500 kini tak lagi diminati. Seperti di Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo, sebagian pelaku usaha menolak uang receh tersebut sebagai alat pembayaran.

Sebelumnya, warga Tebo merasa kecewa karena saat belanja menggunakan uang receh ditolak oleh pedagang. Bahkan di salah satu kelurahan yang ada di Tebo, warung-warung yang ada juga tidak lagi menerima uang receh. Begitu juga yang terjadi di Kabupaten Bungo.

Para pedagang mengaku menolak menerima uang logam sebagai alat pembayaran. Alasan mereka, karena kesulitan untuk menukarkannya ke bank.

Wakil Pemimpin Bank BNI Cabang Bungo Zaherman dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, bahwa pihak bank sama sekali tidak pernah menolak setiap warga yang datang untuk menukarkan uang logam.

"Kalau ada yang menukarkan kita wajib menukarkannya. Tidak ada kita menolak," sebutnya.
Namun, untuk menukarkan uang logam biasanya pihaknya menerima dalam jumlah besar dan sudah dirapikan terlebih dahulu.

"Maksimalnya kita tidak tentukan, tapi ya dalam jumlah banyak. Bukan lima ribu atau sepuluh ribu," jelasnya.

Disinggung, kenapa pedagang menolak pembayaran dengan uang receh. Zaherman mengakui, uang logam yang telah beredar di masyarakat umumnya tidak ada yang kembali ke bank.
"Saat ini bank juga kekurangan uang logam. Yang beredar tidak kembali lagi ke bank," sebutnya.

Itu terjadi sebutnya, karena para pedagang kecil enggan menukarkan uang logam tersebut. Bisa mereka jadi malas menyimpan terlebih dahulu dalam jumlah banyak, sementara modal mereka sedikit. Makanya dugaannya, pedagang menolak jika diberi uang logam untuk pembayaran.

"Tapi pelaku usaha yang besar mereka rajin menukarkan uang logam. Kita juga punya langganan seperti pengemis yang rajin menukarkan uang logam," ungkapnya.

Pemimpin Bank Mandiri Cabang Bungo Agus Sukarsono menegaskan pihaknya tidak pernah menolak jika ada masyarakat yang datang untuk menukarkan uang logam.

"Kami juga memerlukan uang logam untuk memenuhi kebutuhan nasabah kami untuk uang kembalian, seperti toko-toko dan swalayan," jelasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini