News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur Sulsel

Syamsuddin: Persekongkolan Kapolda dengan Syahrul Makin Jelas

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prosesi pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu mang (Sayang) jilid II di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU

Laporan: Wartawan Tribun Timur / ilham

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,-Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) kian intens mengumpulkan bukti keterlibatan Kapolda Sulsel Irjen Polisi Mudji Waluyo dalam konspirasi politik Pilgub Sulsel 2013 ini.

Setelah investigasi beberapa modus dugaan persekongkolan, Elite PBHI, Syamsuddin Rajab, kembali mengidentifikasi keberpihakan Mudji kepada incumbent Syahrul Yasin Limpo melalui Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan yang juga tim pemenangan Sayang (Syahrul-Agus) di Bulukumba.

Syamsuddin Radjab terkait sikap Mudji Waluyo menetapkan mantan Ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar yang juga pendukung Ilham-Aziz (IA) ini sebagai tersangka dugaan pemukulan relawan Sayang di Bulukumba baru-baru ini.

"Dugaan keberpihakan Kapolda kepada incumbent Syahrul makin jelas. Sebab kasus dugaan pemukulan di Bulukumba baru beberapa hari terjadi, itupun Andi Muttamar hanya ingin menghalangi money politik tim Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) di Bulukumba melalui Zainuddin Hasan,

sementara kasus penyerangan markas IA di Batu Putih Makassar yang sudah lama terjadi dan sudah dilaporkan tapi jangankan status tersangka, diusut pun tidak karena pendukung Sayang pelakunya. Mudji Waluyo ini, begitu cepat bergerak demi Sayang. Belum lagi pembiaran Bupati Wajo Burhanuddin Unru menganiaya warganya di Doping karena mendukung IA," ungkap advokat muda ini kepada Tribun, Sabtu (26/1)

Menurut Syamsuddin, pengusutan kasus dugaan pemukulan relawan Sayang di Bulukumba tidak begitu urgen dibanding penyerangan Markas IA di Batu Putih yang menyebabkan empat orang korban luka-luka.

"Pengusutan penyerangan posko IA tak terdengar lagi, Mudji Waluyo lebih tunduk pada Syahrul. Setiap hari kapolda semakin menunjukkan pemihakannya kepada Sayang. Sehingga tuntutan pencopotannya sebagai Kapolda sangat wajar karena semakin merusak citra kepolisian," Syamsuddin menambahkan.

Dalam waktu dekat, lanjut Syamsuddin, Kapolda akan dilaporkan langsung ke Kapolri atas sikap tidak netral yang ditunjukkan Kapolda selama pelaksanaan Pilgub 2013 ini.

"Cita-cita reformasi polisi sekedar isapan jempol seperti yang sering didengungkan selama ini karena ulah kapolda yang tidak mendukung reformasi itu. Mudji Waluyo sepertinya ambil kesempatan di Pilgub ini. Usaha rembang 10 (truk 10 roda), pembiaran jekkong di TPS-TPS di Gowa dan sebagainya sudah jadi fakta kami untuk pencopotan Kapolda," ujar Syamsuddin Rajab.

Baca  Juga :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini