Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Sekolah Tinggi Teologia Intim Makassar, Pdt Daniel Sopamena menanyakan soal komitmen calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (DIA) dalam mengembangkan keberagaman, toleransi, dan harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Makassar. Kaum minoritas di Makassar masih sering dikucilkan, bukan hanya soal agama, namun juga soal suku, ras, dan golongan.
Dalam pemaparan visi misi dirangkaikan dialog oleh Jaringan Doa se-Kota Makassar, Daniel mewakili pemeluk agama Kristen menginginkan Makassar menjadi rumah bagi bersama, semua golongan. "Bagaimana agar warga Makassar dapat hidup aman dan damai," ujar Daniel dalam acara yang berlangsung di Sekolah Tinggi Teologia Jaffray, Makassar, Selasa (13/8/2013). Kata Daniel, pemeluk agama Kristen masih sering tersisih.
Dalam menjalankan ajaran agamanya, umat Kristiani di Makassar juga masih sering menemui kendala. Membangun gereja, misalnya, masih sulit untuk mendapatkan persetujuan warga.
DIA pun mengaku siap mengakomodir kepentingan semua agama, ras, suku, dan golongan. Danny, sapaan Ramdhan saat menanggapinya, mengatakan, jika terpilih, akan segera mewujudkan pembangunan kompleks rumah ibadah semua agama. Kompleks tersebut telah dirancangnya dan dinamai Religous Park.
Religious Park akan dibangun di Biringkanaya di atas lahan seluas 5,6 hektare. Akan berdiri tujuh rumah ibadah semua agama.
"Sama sepeti Bukit Kasih di Manado, tapi disempurnakan," kata Danny. Kepala para pendeta dan calon pendeta, Danny juga menawarkan jasa rancangan gereja berarsitektur di Makassar. Sama seperti masjid yang telah dirangnya, antara lain Masjid Raya Makassar, Masjid Terapung atau Masjid Amirul Mukminin, dan Masjid Quba Makassar.