News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ada Lumpur Tercampur Bahan Kimia di Depan Gedung Sate

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Wahid Nurdin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Ratusan buruh Kota Bandung yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bandung menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (26/11/2015). Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur Jawa Barat untuk merevisi Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2016 dan menuntut pencabutan PP. No 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Lumpur berbahaya terhampar di depan di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (28/4/2016).

Namun lumpur itu bukan luapan dari selokan atau karena banjir, melainkan sejumlah pemuda pegiat lingkungan melakukan aksi teaterikal.

Mereka merupakan aktivis Koalisi Melawan Limbah yang anggotanya berasal dari pegiat lingkungan.

Para pemuda ini menggunakan pakaian perlindungan diri terhadap limbah ketika melakukan aksi teaterikal itu.

Mereka membawa sejumlah drum plastik yang berisikan lumpur yang telah tercemar bahan kimia.

Lantas lumpur itu ditumpahkan ke bak kedap air berukuran 2x3 meter. Sementara beberapa aktivis lainnya memegang spanduk yang bermuatan pesan terhadap pemerintah dan masyarakat.

Informasi yang dihimpun Tribun, aksi tersebut menyusul terungkapnya nilai total kerugian ekonomi akibat pencemaran limbah B3 di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kerugian itu mencapai Rp 11,4 triliun yang terhitung dari 2004 sampai 2015.

"Nilai kerugian ekonomi itu akibat pencemaran bahan berbahaya industri di Sungai Cikijing, anak Sungai Citarum," ujar Juru Kampanye Green Peace, Ahmad Ashov, kepada Tribun di depan Gedung Sate. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini