Tak ingin membuang waktu Asworo tancap gas menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, mengendarai motor miliknya Supra X 2011. Di sini ia menjual motornya di dekat SMAN 1 Indralaya.
"Harganya laku Rp 6,5 juta," ungkap Asworo.
Uang penjualan motor ia transfer ke rekening Mandiri milik Wiwid yang sudah dikuasainya. Usai membunuhnya, sejumlah barang berharga korban Asworo ambil satu di antaranya kartu ATM.
Setelah itu ia berangkat ke Lampung menggunakan travel. Asworo menyadari polisi memburunya setelah jasad Wiwid dapat teridentifikasi pada 14 Mei.
Tiga hari sebelumnya, Kamis (11/5/2017), jasad Wiwid ditemukan tanpa identitas di semak belukar di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Polisi masih menyebutnya Mrs Y.
"Selama di Lampung, saya pindah-pindah tempat sebanyak tiga kali. Menginap di kosan dan sempat juga menginap di hotel," cerita Asworo.
Di hari tertangkapnya Asworo di dalam kamar indekos di belakang Mal Kartini, Lampung, polisi melihat ia bersama wanita diduga pacar barunya.
Kasubdit III AKBP Erwin bersama Kanit I Kompol Antoni Adhi memimpin langsung Tim Rimau Polda Sumsel, bekerjasama dengan Polda Lampung, menangkap Asworo setelah 11 hari penyidikan.
Asworo mulai terendus berkat rekaman kamera pengawas anjungan tunai mandiri tempat ia mengambil uang tunai di rekening milik Chatarina di Lampung.