Meski demikian, setiap Senin dan Kamis ia masih bisa mengirim makanan kepada Mbah Atun yang dipercayainya menjaga perlengkapan pribadi di Keputren.
Selanjutnya, usai kejadian itu, ia menjamin Mbah Atun tinggal dengan aman di Keputren.
Selain Mbah Atun, GKR Retno Dumilah juga tinggal di kediaman puteri raja keraton itu.
"Saya sesalkan kejadian itu, Mbah Atun itu pengabdi saya, dan saya itu puteri raja yang masih berhak tinggal di Keputren, masa ga diberi akses," tegasnya.
"Mana janji damai yang dulu pernah diucapkan, sudah sungkeman tapi balasannya seperti ini," keluh Timoer. (*)
Baca tanpa iklan