TRIBUNNEWS.COM - Terjadi gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di 236 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.
Gempa berkekuatan besar tersebut juga memicu adanya potensi tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa juga terasa hingga ke Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Jika ditarik garis lurus, jarak antara Kabupaten Minahasa Utara hingga ke Kepulauan Sangihe adalah 200-250 kilometer dengan menempuh jalur laut.
Seorang warga Perumahan Kawangkoan Baru di Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara mengaku banyak warga yang berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.
Grace, salah satu warga mengaku, saat gempa terjadi ia sedang mencuci piring dan mengajak anaknya untuk keluar rumah.
Ia menuturkan, guncangan gempa terasa seperti naik kapal di laut yang berombak.
"Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak," katanya, dikutip dari TribunManado.co.id.
Warga lainnya, Roy, mengaku melihat motornya yang sedang terparkir sampai bergerak sendiri.
"Saya langsung insting, ini ada gempa. Langsung saya lari keluar," kata Roy.
Setelah gempa berhenti, ia langsung masuk ke dalam rumah untuk berdoa meminta keselamatan.
Baca juga: Gempa M 7,0 Filipina Terasa hingga Sulawesi Utara, Potensi Tsunami Lebih dari 1 Meter di Sarangani
"Semoga Tuhan melindungi Sulut," katanya.
Dirasakan hingga Gorontalo
gempa bumi pada Senin pagi ini juga dirasakan hingga Gorontalo.
Warga Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo mengatakan, gempa yang terjadi pagi tadi durasinya cukup lama.
"Gempa ini agak lama,” kata Sutarni warga Kecamatan Telaga.
Baca tanpa iklan