Didik menerangkan, kasus penusukan murid kepada gurunya harus dijadikan pembelajaran agar pembinaan maupun pendidikan karakter bisa semakin ditingkatkan.
"Iya perlu ditingkatkan lagi. Nah kemudian juga perlu ditelusuri masalahnya apa. kalau sudah sampai seperti itu, anak tersebut bisa masuk kategori Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH)," ungkapnya.
Didik menerangkan, sebenarnya dari Disdikpora maupun sekolah tidak kurang-kurangnya memberikan pendidikan karakter kepada para siswa.
Baca: Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul Diledakkan Orang Tak Dikenal
Baca: Mbah Gembong, Paranormal Asal Gunungkidul Ditemukan Membusuk di Rumahnya: Meninggal Seminggu Lalu
Menurutnya, ada beberapa cara yang dilakukan, diantarnya dengan menyisipkan pendidikan karakter ke dalam intrakurikuler.
"Masing-masing guru itu sebenarnya kan memiliki misi untuk menanamkan karakter kepada anak-anak melalui berbagai macam pelajaran masing masing yang diampuninya," terangnya
Selain itu, pendidikan karakter juga diberikan dengan cara kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah.
"Kemudian juga, dengan cara kegiatan kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya penanaman nilai-nilai pancasila di masing-masing sekolah di lima hari kerja itu. Kalau yang terjadi yang sekarang sifatnya kasuistik kemudian yang jadi masalah anak mudah tersulut emosional, kita harus benahi," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE Kondisi Terkini Guru yang Ditusuk Siswanya di Bantul, Luka Parah di Perut Keluar Banyak Darah