"Karena kita enggak tahu di luar sana ada predator misalnya," sambung Adib.
Baca: Aktivis Perempuan Anindya Restuviani Tanggapi Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia
Menurut Adib, hal-hal tersebut dapat dilakukan oleh orang tua untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan menimpa anak.
Sementara itu, Adib menilai, korban berusia 5 tahun itu cukup cerdas.
"Sepertinya anak ini juga cukup cerdas karena ketika terjadi pelecehan, dia bisa teriak histeris begitu ditinggal, artinya anak ini bisa menjaga diri," kata Adib.
"Kalau anak pendiam mungkin dia enggak akan teriak, malah dia takut," sambungnya.
Menurut Adib, adanya rekaman CCTV tersebut juga membantu meminimalisir jumlah korban.
Pasalnya, menurut Adib, pelaku mungkin saja tidak hanya melancarkan aksinya pada satu korban.
Baca: Belajar dari Kasus Pelecehan Siswi SMK, Kenali 5 Tipologi Kekerasan di Lingkungan Sekolah
"Bisa aja dia itu deketin anak-anak di situ bukan hanya satu, sebelumnya mungkin pernah kan bisa aja," kata Adib.
Adib menuturkan, di kota-kota yang padat penduduk, masyarakat memang perlu waspada.
Adanya CCTV yang terpasang tersebut, menurtu Adib, bisa mencegah bertambahnya korban.
"Saya rasa masyarakat sudah tepat lah, proaktif dengan adanya CCTVÂ terus sering ngecek kondisi lingkungan," tutur Adib.
"Itu sangat penting apalagi di wilayah-wilayah padat penduduk karena orang-orang kadang cuek, nggak kenal," sambungnya.
(Tribunnews.com/Widyadewi Metta) (TribunJogja.com/Yosef Leon Pinsker) (Kompas.com/Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)