News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Rudapaksa Gadis Tunagrahita Berakhir Damai: Keluarga Cabut Laporan

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pemerkosaan Keluarga korban mencabut laporan terhadap dua tersangka kasus pemerkosaan terhadap YA (21), gadis difabel asal Kasemen, Kota Serang, Jawa Barat.

TRIBUNNEWS.COM, KOTA SERANG - Keluarga korban mencabut laporan terhadap dua tersangka kasus pemerkosaan terhadap YA (21), gadis difabel asal Kasemen, Kota Serang, Jawa Barat.

Mengutip video yang dikirimkan Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles Hutapea, melalui pesan instan, pelapor atas nama H berterima kasih kepada Polres Serang Kota yang sudah menanggapi laporannya.

"Keluarga memilih mekanisme pemufakatan damai dengan kedua belah pihak sehingga secara sadar mencabut laporan itu," kata H.

Video lainnya, atas nama JA, selaku bibi korban yang membesarkan YA sejak kecil, juga berterima kasih kepada kapolres.

"Kami telah memilih mekanisme pemufakatan damai dan secara sadar mencabut laporan," ujarnya.

Baca juga: Kondisi Anak Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Mulai Membaik, Sudah Bisa Sekolah

Dalam selebaran surat musyawarah bersama yang dikirimkan kapolres, tertulis pihak pertama JA selaku bibi YA asal Kasemen, memilih mekanisme pemufakatan damai dari masing-masing pihak.

Selain itu, juga secara sadar mencabut laporan di Polres Serang Kota.

Tersangka berinisial S, diwakili L, anak kandung, dan LS selaku pengurus rumah tangga sebagai pihak kedua.

Dalam surat itu dituliskan kedua belah pihak menyepakati hasil: pihak keluarga tidak akan mempermasalahkan ini ke ranah hukum.

"Kami keluarga telah memaafkan atas perlakuan dilakukan EJ dan S," tertulis dalam surat musyawarah penggalan kedua.

Selanjutnya, tertulis pula dari pihak kedua akan menikahkan S dengan YA, menafkahi lahir dan batin bukan untuk sesaat, tetapi sampai maut memisahkan, merawat, dan menjaga YA.

Berikutnya, menjaga hubungan keluarga antara pihak I dan pihak II jangan ada dendam di pihak keluarga.

Baca juga: Beri Sanksi Tegas, Kampus Drop Out Terduga Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi UMY

"Demikian hasil musyawarah bersama yang telah dihadiri keluarga kedua belah pihak dengan sadar tanpa ada dasar paksaan dari pihak mana pun yang membuat pernyataan," penggalan terakhir dalam tulisan itu.

Surat itu juga dicap biru oleh pihak pertama, yaitu YA, dan ditandatangani JA, serta tanda tangan pihak kedua, LS dan L.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini